PENGARUH MUTILASI DAN ABLASI TERHADAP MOLTING KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) SEBAGAI KEPITING LUNAK

PENGARUH MUTILASI DAN ABLASI TERHADAP MOLTING KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) SEBAGAI KEPITING LUNAK

Authors

  • Khairiah Khairiah Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa Bogor Jl. K. H. Soleh Iskandar, Cimanggu, Tanah Sareal – Bogor 16166
  • Supriyono Eko Wardoyo Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa Bogor Jl. K. H. Soleh Iskandar, Cimanggu, Tanah Sareal – Bogor 16166
  • Pasril Wahid Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa Bogor Jl. K. H. Soleh Iskandar, Cimanggu, Tanah Sareal – Bogor 16166

DOI:

https://doi.org/10.31938/jsn.v2i1.37

Abstract

Effect of Mutilation and Ablation to Molting of Mangrove Crab (Scylla serrata) as Soft Crab

          Soft crabs that are more expensive than regular crab, that having hard carapace, in nature and in culture are very difficult to find. This study aimed to get the soft crabs more easily controlled the number  of molting in culture, by the method of mutilation and ablation. Thus the supply in market will be able to meet existing demand. Four treatment techniques had been implemented namely mutilation, ablation, ablation + mutilation, and controls which each performed four replications. Complete Randomized Desaign (CRD) was used because the experiment was conducted in a fairly homogeneous patch of tambak pond. Experimental unit in the form of bamboo pen cages with the size of 2x1x1m filled with 20 crabs.  All experimental crabs were ready for molting (dark color) even with 40-90 g of varied sizes. The results showed that each week until the third week, the average number of crabs per unit experiment with techniques of mutilation was always having highest of molting number, respectively 1.00, 3.25, and 11.00 crabs and having the lowest mortality rate, respectively  0. 25, 1.75, and 1.25 crabs, compared with the ablation, mutilations + ablation technique, and control. Statistically  four treatments in molting, in week two and  three was significantly different , eventhough in mortality was not (α = 5%).

Keywords : mangrove crab (Scilla serrata), soft crabs, mutilation, ablation

 

ABSTRAK

                Kepiting lunak yang  harganya lebih mahal dari kepiting biasa bercangkang keras, di alam maupun dalam budidaya sangat susah ditemukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kepiting lunak yang lebih mudah terkontrol jumlahnya dalam budidaya, dengan metoda mutilasi dan ablasi.  Dengan demikian dalam  pasar ketersediaannya akan dapat memenuhi permintaan yang ada. Empat perlakuan telah dilaksanakan yaitu teknik mutilasi, ablasi, mutilasi+ablasi, dan kontrol dengan masing-masing dilakukan empat kali ulangan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan karena percobaan ini dilakukan di suatu petak tambak yang cukup homogen. Unit percobaan berupa keramba bambu tancap ukuran 2x1x1m yang diisi 20 kepiting yang semua kepiting dalam percobaan siap molting (warnanya gelap) meskipun dengan ukuran yang bervariatif 40-90 g. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiap minggu sampai pada minggu ke tiga  rata-rata jumlah kepiting per unit percobaan dengan teknik mutilasi selalu tertinggi terjadinya proses molting yaitu masing–masing 1,00; 3,25; dan 11,00 ekor dan mortalitasnya terendah yaitu 0,25; 1,75; dan 1,25 ekor dibanding dengan teknik ablasi, mutilasi+ablasi; dan kontrol.  Secara statistik ke empat perlakuan dalam molting pada minggu ke dua dan ke tiga berbeda nyata hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan mutilasi, meskipun dalam mortalitas tidak  berbeda nyata (selang kepercayaan 95 %).

Kata Kunci : Kepiting bakau (Scilla serrata), kepiting lunak, mutilasi, ablasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arriola, F. J. 1990. A Preliminary Study of Life History of Scylla serrata Forskal. Phil. J. Sci. 73(4); 437-456.(http://soka-farm.blogspot.com/2009/2/budidaya-perikanan-dengan-kendalanya.html) (http://akuakulturunhas.blogspot.com./2009/03/kepiting-lunakbehttp:// )

Hanafi, A. dan Sulaeman. 1992. Teknologi Kepiting Bakau. (Scylla Serrata) dan pasca panen. Makalah disampaikan pada seminar sehari Prospek pengembangan dan Pemasaran kepiting Bakau sebagai Komoditas Ekspor Non Migas. Ujung Pandang. 21 April 1992.

Kasry, A., 1991. Budidaya Kepiting Bakau dan Biologi Ringkas. Penerbit Bhratara, Jakarta.

Piliay, T. K. R. 1971, ed. Coastal Aquaculture in the Indo-Pasifik Region. Fishing News (Books) 362 – 365.

Queensland Departement of Prmary Industries. 1989. Life Cycle of The Mud Crab (Scyllaserrata). Queensland Departement of Pirmary Industries. QL 84002. 2p.

Steel, R. G. D., and J. H., Torrie, 1987, Principles and Prosedures of Statistiks, Mac Graw Hiu Book Cd. Inc, New York.

Downloads

Published

2017-11-25

How to Cite

Khairiah, K., Wardoyo, S. E., & Wahid, P. (2017). PENGARUH MUTILASI DAN ABLASI TERHADAP MOLTING KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) SEBAGAI KEPITING LUNAK. Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, 2(1), 81–91. https://doi.org/10.31938/jsn.v2i1.37

Issue

Section

Research Articles

Metrics

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 
Loading...