APLIKASI KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Main Article Content

Ashar Ridovan
Andi Masnang
Aisyah Hendri

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dikembangluaskan dalam rangka peningkatan sumber devisa negara dari sektor non-migas. Penelitian ini mempelajari tentang pengaruh pemberian pupuk kompos berbahan baku kulit kakao terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L). Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian pupuk kompos berbahan baku kakao, parameter yang di amati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter bibit tanaman kako, penelitian ini dilakukan dari bulan Januari – Juni 2019 di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Penyegar (BALITTRI). Dengan menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan pemberian kompos 100 g/polybag, 200 g/polybag, 300 g/polybag, dan 400 g/polybag. Data yang kemudian diperoleh selanjutnya dianalisa dengan sidik ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Mutiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik berbahan baku  kakao dengan dosis 200g/ polybag memberikan hasil yang optimal namun setelah dilakuakan uji lanjut (DMRT) tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ridovan, A., Masnang, A., & Hendri, A. (2020). APLIKASI KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.). Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology), 1(1), 15–21. https://doi.org/10.31938/agrisintech.v1i1.272
Section
Articles

Metrics

References

Damanik, Henni Fiona, & Jonis Ginting, I. (2013). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Beberapa Komposisi Kompos Kulit Buah Kakao Dengan Subsoil Ultisol Dan Pupuk Daun. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(1), 162–171. Retrieved from https://jurnal.usu.ac.id/index.php/agroekoteknologi/article/download/5749/2511

Darmono & Tri Panji. (1999). Penyediaan Kompos Kulit Buah Kakao Bebas Phytophthora palmivora. Warta Penelitian Perkebunan, 5(1), 33–38.

Didiek H.G., & Y. A. (2004). Orgadek, Aktivator Pengomposan. Pengembangan Hasil Penelitian Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor.

Gardner, F. P. R. . P. & F. L. M. (1991). Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Terjemahan Universitas Indonesia Press.

Hardjowigeno, S. (2004). Genesis dan Klasifikasi Tanah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Harjadi, M. M. S. S. (2002). Pengantar Agronomi. Jakarta: Gramedia.

Hartobudoyo. (1995). Bertanam Cacao. Yogyakarta: Kansius.

Lakitan, B. (1996). Dasar-Dasar Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Leiwakabessy, F. M. (1988). Diktat Kuliah Kesuburan Tanah. Bogor: Departemen Tanah, Fakultas Pertanian IPB.

Lingga, P. dan M. (2001). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Naibaho, J., & Ikhsan, A. (2017). Pemberian Kompos Kulit Buah Kakao Pada Medium Ultisol Untuk Pertumbuhan Bibit Kakao ( Theobroma cacao L ) The effect of cocoa fruit skin compost on the ultisol medium for the growth of cocoa seedling ( Theobroma cacaol L ). JOM FAPERTA, 4(2), 1–11.

Nappu, M. . (2015). Model Pertanian Bioindustri Pada Sentra Pengembangan Kakao Di Sulawesi Selatan (p. 57). p. 57. Makassar: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan.

Pertanian, D. J. P. K. (2013). Kebijakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao dalam Mendukung Hilirisasi dan Peningkatan Pendapatan Petani (p. 26). p. 26. Retrieved from https://docplayer.info/storage/52/30166784/1578974234/cQYQa5DDfqNQ7QqH5uEUGA/30166784.pdf

Pertanian, P. D. S. I. (2017). Outlook 2017 Komoditas Pertanian Sub Sektor Perkebunan: Kakao. Retrieved from http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/download/file/403-outlook-kakao-2017%0A

Shalsabila, F., Prijono, S., & Kusuma, Z. (2017). Pengaruh aplikasi biochar kulit kakao terhadap kemantapan agregat dan produksi tanaman jagung pada ultisol lampung timur. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 4(1), 473–480.

Yelianti, U., Kasim, M., & Husin, E. . (2009). Kualitas Pupuk Organik Hasil Dekomposisi Beberapa Bahan Organik dengan Dekomposernya. Akta Agrosia, 12(1), 1–7. Retrieved from http://faperta.unib.ac.id