AGRIBISNIS JAMBU METE DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Main Article Content
Abstract
Jambu mete merupakan tanaman pilihan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang beriklim kering. Di sisi lain, permintaan pasar dunia cukup tinggi dan harga cenderung naik. Sampel penelitian ini adalah 30 petani dan 10 lembaga pemasaran. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan diskusi terfokus dalam kelompok, kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif (Kelayakan Usahatani: NPV, IRR, Sensitivity dan Margin Pemasaran) serta Analisis SWOT (IFAS, EFAS dan Matrik SWOT). Hasil analisis diperoleh agribisnis jambu mete di Kabupaten TTU terdiri dari subsitem agroinput, subsistem agroproduksi, subsistem agroindustri dan subsistem agroniaga serta lembaga penunjang (infrastruktur, kelompok tani; penyuluh; dan KUD).  Kelayakan usahatani memiliki nilai Net B/C 1,925; NPV Rp32.659.705,-; dan IRR 37,05. Terdapat 3 saluran tataniaga, dengan lembaga tataniaga terdiri dari pengumpul desa, pedagang besar kupang/atambua, besar/grosir dan pedagang pengecer. Hasil analisis IFAS dan EFAS dengan menggunakan metode SWOT, diperoleh alternatif strategi S – O dalam pengembangan jambu mete, yaitu meningkatkan produksi dengan dukungan kebijakan pemerintah dalam bantuan bibit unggul; integrase tanaman jambu mete – ternak sapi sebagai upaya perbaikan kesuburan tanah; menguatkan bargaining position melalui kelompok tani; dan penganekaragaman produk olahan kacang mete.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
BPS. (2018). Kabupaten Timor Tengah Utara Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik.
Budi, A. (2020). Pengertian, Sistem dan Manajemen Agribisnis. Retrieved January 19, 2020, from https://kumpulanilmu.com/ilmu-pendidikan/pengertian-sistem-dan-manajemen-agribisnis/
Daras, U., & Tjahjana, B. (2011). Teknologi Rehabilitasi Pada Tanaman Jambu Mete. Buletin RISTRI, 2(2), 167–174.
Daras, U. (2007). Strategi dan Inovasi Teknologi Peningkatan Produktivitas Jambu Mete di Nusa Tenggara. Jurnal Litbang Pertanian, 26(1), 25–34.
Gumbira Said, E., & A.H., I. (2001). Manajemen Teknologi Agribisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Perkebunan, Direktorat Jenderal, K. P. (2015). Statistik Perkebunan Indonesia 2013-2015 Jambu Mete. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Priyanto, D., & Diwyanto, K. (2014). Pengembangan pertanian wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), 207–220.
Siagian, V. J. (2015). Outlook Jambu Mete. In Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (Vol. 53). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Sjah T., Jamani H., dan R. (2010). Masalah Usaha Tani Jambu Mete di Kabupaten Sumbawa Barat dan Upaya Penanggulangannya. Agroteksos, 20(1), 65–70. Retrieved from https://www.yumpu.com/id/document/read/12160158/masalah-usahatani-jambu-mete-di-kabupaten-sumbawa-barat
Soekartawi. (2013). Agribisnis Teori Dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers.