Pemasaran Produk Sayur Kelompok Wanita Tani Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor di Era Pandemi Covid-19
Main Article Content
Abstract
Abstrak
Kesadaran masyarakat terkait kesehatan khususnya di perkotaan semakin meningkat. Hal tersebut mendorong masyarakat atau konsumen untuk mengkonsumsi sayuran sebagai bagian dari hidup sehat. Kondisi ini tentu menjadi peluang pasar hortikultura, sehingga mendorong para Kelompok Wanita Tani (KWT) perkotaan di Kecamatan Tanah Sareal melakukan pemasaran khususnya produk sayuran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik mendeskripsikan secara kualitatif kegiatan pemasaran produk sayuran KWT di Kecamatan Tanah Sareal. Peneliti melakukan pengamatan, survei, wawancara, maupun studi pustaka. Metode pendekatan analisis data yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Hasilnya, terdapat empat KWT di Kecamatan Tanah Sareal yang melakukan kegiatan pemasaran komoditas hortikultura. Keempat KWT tersebut adalah KWT Puspasari, KWT Srikandi, KWT Kentagor Mandiri, dan KWT Griya Amanah. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh keempat KWT yaitu; pertama, mengidentifikasi dan mengevaluasi kesempatan pasar. Kedua, menganalisis segmen pasar hortikultura dan memilih target pasar. Ketiga, sudah merencanakan dan menerapkan bauran pemasaran yang memberikan nilai bagi pelanggan dan sesuai dengan tujuan dari organisasi. Keempat, KWT sudah menganalisis kinerja kelompok wanita tani. Upaya mengembangkan kegiatan pemasaran KWT di Kecamatan Tanah Sareal adalah memperhatikan sumber daya manusia dalam menangani sub unit pemasaran, mengembangkan keterampilan administrasi pemasaran, memperluas segmen pasar dan memperhatikan kondisi pasar.
Abstract
Public awareness related to health, especially in urban areas, is increasing. This encourages people or consumers to consume vegetables as part of a healthy life. This condition is certainly an opportunity for the horticultural market, thus encouraging urban Women Farmers Groups (KWT) in Tanah Sareal District to do marketing, especially vegetable products. Based on this, researchers are interested in qualitatively describing the marketing activities of KWT vegetable products in Tanah Sareal District. Researchers conducted observations, surveys, interviews, and literature studies. The data analysis approach used is a qualitative descriptive approach. As a result, there are four KWTs in Tanah Sareal District that carry out marketing activities for horticultural commodities. The four KWTs are KWT Puspasari, KWT Srikandi, KWT Kentagor Mandiri, and KWT Griya Amanah. The marketing activities carried out by the four KWTs are; first, identify and evaluate market opportunities. Second, analyze the horticultural market segment and select the target market. Third, have planned and implemented a marketing mix that provides value to customers and is in line with the goals of the organization. Fourth, KWT has analyzed the performance of women farmer groups. Efforts to develop KWT marketing activities in Tanah Sareal District are paying attention to human resources in handling marketing sub-units, developing marketing administration skills, expanding market segments and paying attention to market conditions.Â
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anggarawati, S. A. A. E. S. (2020). Agribisnis Jambu Mete di Wilayah Perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara - Provinsi Nusa Tenggara Timur. Journal of Agribusiness and Agrotechnology, 1(1), 29–39.
Arikunto, S. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Bogor, B. P. S. K. (2020a). Kecamatan Tanah Sareal Dalam Angka 2020. Bogor: Badan Pusat Statistik Kota Bogor.
Bogor, B. P. S. K. (2020b). Kota Bogor Dalam Angka 2020. Retrieved from https://bogorkota.bps.go.id/publication/download.html?nrbvfeve=OGJlNTkxMTc3ODIzNTgxYmJiZjA2YmJi&xzmn=aHR0cHM6Ly9ib2dvcmtvdGEuYnBzLmdvLmlkL3B1YmxpY2F0aW9uLzIwMjAvMDQvMjcvOGJlNTkxMTc3ODIzNTgxYmJiZjA2YmJiL2tvdGEtYm9nb3ItZGFsYW0tYW5na2EtMjAyMC5odG1s&twoadfnoa
Bogor, R. (2017). Lahan Pertanian Tersisa 321 Hektare. Retrieved from 3 November 2017 website: https://www.radarbogor.id/2017/11/03/lahan-pertanian-tersisa-321-hektare/
Bogor, R. (2019). Lahan Pertanian Kota Bogor Tambah Tipis, Jumlah Petani Menurun. Retrieved from 30 Maret 2019 website: https://www.radarbogor.id/2019/03/30/lahan-pertanian-kota-bogor-tambah-tipis-jumlah-petani-menurun/
Metropolitan. (2020). Lahan Sawah Berkurang, Produksi Beras Kota Bogor Hilang 371 Ton. Retrieved September 27, 2020, from 10 September 2020 website: https://www.metropolitan.id/2020/09/lahan-sawah-berkurang-produksi-beras-kota-bogor-hilang-371-ton/
Pertanian, D. K. P. dan. (2020). Outline Database Kelembagaan Kelompok Wanita Tani Tahun 2020. Bogor.
Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membelah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sugiono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.