Potensi Penggunaan Bahan Tanam Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Teknik Penanaman TSS (True Shallot Seed)

Main Article Content

Tangguh Prakoso
Heny Alpandari

Abstract

ABSTRAK

 

 

Allium ascalonicum L. atau secara umum dikenal sebagai bawang merah, merupakan salah satu komoditas yang tergolong dalam sayuran penting di Indonesia. Pada umumnya di Indonesia, budidaya bawang merah dibudidayakan secara vegetatif melalui umbi bibit yang sekaligus digunakan sebagai umbi konsumsi. karena dianggap lebih praktis dan mudah, serta dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Kebutuhan dalam jumlah besar akan bahan tanam berikutnya, memaksa petani untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan bahan tanam khususnya yang berbahan umbi. Salah satu solusi alternatif mengatasi permasalahan bahan tanam yang sekaligus meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah adalah dengan teknologi bahan tanam yang sehat yaitu True Shallot Seed (TSS). TSS merupakan pengembangan bahan tanam bawang merah melalui biji. TSS dinilai lebih baik karena memiliki keunggulan kebutuhan benih yang lebih rendah, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Tidak ada interaksi antar varietas dengan kepadatan populasi/jarak tanam, namun penggunaan varietas Bima dinilai memiliki ukuran umbi yang cenderung lebih besar dari yang lain, hal ini dibuktikan dengan bobo tumbi segar dan umbi kering yang lebih berat dari yang lain. Namun memiliki kecenderungan pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun yang lebih kecil dibandingkan varietas lainnya.

 

 

 ABSTRACT

 

 

Allium ascalonicum L. or generally known as shallot, is one of the commodities belonging to the important vegetables in Indonesia. In Indonesia, shallots are cultivated vegetatively with seed tubers which are also used as consumption tubers. because it is more practical and easy, and has a high success rate. Needs in large quantities will next planting material, forcing farmers to expend considerable cost to meet the needs of planting material especially made from tubers. One alternative solution the problem of planting material which at the same time increases the production and quality of shallots is the technology of healthy planting material, namely True Shallot Seed (TSS). TSS is the development of shallot planting material through seeds. TSS is considered better because it has the advantages of a lower seed needs, as well as more resistant to pest and diseases. There is no interaction between varieties with population density/planting spacing, however, the use of the Bima variety is considered to have tuber sizes that tend to be larger than the others, this is evidenced by the weight of fresh bulbs and dry bulbs that are heavier than the others. However, it has a growth tendency such as plant height and number of leaves per clump which is smaller than other varieties.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Prakoso, T., & Alpandari, H. (2022). Potensi Penggunaan Bahan Tanam Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Teknik Penanaman TSS (True Shallot Seed). Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology), 2(2), 59–66. https://doi.org/10.31938/agrisintech.v2i2.350
Section
Articles
Author Biographies

Tangguh Prakoso, Universitas Muria Kudus

    Fast translate Icon translate     Fast translate Icon translate     Fast translate Icon translate

Heny Alpandari, Universitas Muria Kudus

    Fast translate Icon translate

Metrics

References

Ardiansyah, M., Mawarni, L. and Rahmawati, N. (2014). Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hasil Seleksi Terhadap Pemberian Asam Askorbat dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular di Tanah Salin.†Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(3), 948–954.

Basuki, R.S. (2009). Analisis Tingkat Preferensi Petani Brebes terhadap Karakterisitik Hasil dan Kualitas Bawang Merah Varietas Lokal Asal Dataran Medium dan Tinggi. Jurnal Horti, 19(4), 475–483.

Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Direktorat Perbenihan (2019) Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Perbenihan Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Maintang et al. (2019). Pengaruh Varietas dan Jarak Tanam pada Budidaya Bawang Merah Asal Biji (True Shallot Seeds/TSS) Di Kabupaten Bantaeng. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 22(1), 97–106.

Nugroho Setiawan, A., Vistiadi, K. and Sarjiyah, S. (2021). Perkecambahan dan Pertumbuhan Bawang Merah dengan Direndam Dalam Giberelin. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(1), 40–50.

Pangestuti, R. and Endang, S. (2011). “Potensi Penggunaan True Seed Shallot (TSS) Sebagai Sumber Benih Bawang Merah Di Indonesia. Prosiding Semiloka Nasional, 258–266.

Pithaloka, S.A. (2015). Pengaruh Kerapatan Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal Agrotek Tropika, 3(1), 56–63.

Prayudi, B., Pangestuti, R., dan Kusumasari, A.C. (2020). Produksi Umbi Mini Bawang Merah Asal True Shallot Seed (TSS). Sidomulyo: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Sitepu, B.H., Ginting, S. and Mariati (2013). Respon Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. Tuk-tuk) Asal Biji Terhadap Pemberian Pupuk Kaliumdan Jarak Tanam. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(3), 711–724.

Siwi, A.A., Kamal, M. and Sunyoto (2015). Pengaruh Tingkat Kerapatan Tanaman Terhadap Keragaan Daun, Pertumbuhan Biji dan Daya Berkecambah Benih Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Pada Sistem Tumpangsari dengan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz). Jurnal Agrotek Tropika, 3(3), 362–367.

Sopha, G. (2015). Teknik Penyemaian Benih True Shallot Seed untuk Produksi Bibit dan Umbi Mini Bawang Merah (Sowing Technique of True Shallot Seed to Produce Seedling and Set of Shallot). J. Hort, 25(4), 318–330.

Sumarni, N., Sopha, G.A. and Gaswanto, R. (2012). Respons Tanaman Bawang Merah Asal Biji True Shallot Seeds terhadap Kerapatan Tanaman pada Musim Hujan. Jurnal Horti, 22(1), 23–28.

Syaikhudin (2015). Kerapatan Populasi benih dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Umbi Bawang Merah Varietas Tuk-Tuk.

Triharyanto, E. et al. (2013). Kajian Pembibitan dan Budidaya Bawang Merah (allium ascalonicum L) Melalui Biji Botani (True Shallot Seed). Surakarta.

Waluyo, N., Azmi, C. and Kirana, R. (2014). Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu Fisiologis Benih Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Selama Periode Simpan. Jurnal Agrotek Tropika, 18(2), 148–157.

Yulyatin, A. and Haryati, Y. (2016). Pengujian Daya Kecambah Biji Bawang Merah Selama 7 Periode Simpan. Buletin Hasil Kajian, 5–8.

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.